Kukira…Ternyata…
Kukira Sarimatondang itu di mana…
Ternyata tak jauh dari kota Siantar. Sarimatondang bisa dijangkau dengan menggunakan angkot, salah satunya bermerek Beringin Indah. Kita bisa naik angkutan ini di Jl. Wahidin, di samping Toko Roti BreadTop. Dari kota Siantar, kita akan berbelok ke kanan, searah dengan jalan menuju kebun teh Sidamanik. Ongkosnya Rp. 5.000,- per orang dan dijamin kita tidak akan tersesat. Karena selama perjalanan ke Sarimatondang, kita bisa berbincang-bincang dan bertanya dengan masyarakat yang juga menuju Sarimatondang atau Sidamanik. Kalaupun kita hanya diam selama di angkot, mereka yang akan bertanya terlebih dahulu, “Mau ke mana kalian dek?”, “Siapa di Sarimatondang?”, lalu “Boru apa aja kalian?”
Keramahan yang mungkin sudah jarang kita temukan di kota.
Kukira di Sarimantondang aku harus berbahasa Indonesia…
Ternyata masyarakat di sana berbahasa Batak Toba. Sebelum berangkat, karena tak ada bayangan sama sekali Sarimatondang itu seperti apa, aku membayangkan di desa yang termasuk dalam Kabupaten Simalungun ini masyarakatnya akan berbahasa Simalungun. Eh, sejak berangkat sampai pulang, yang kami temui adalah orang-orang yang juga berbahasa Batak Toba. Jadi, kami pun bisa merasa seperti di kampung sendiri, hehehehehehe…Sepanjang kami berjalan dari lapangan Sarimatondang sampai ke Gapura perbatasan desa, banyak rumah yang pemiliknya bermarga Sidabutar, Damanik, dan tentu saja ada yang bermarga Siadari
Kukira kami hanya akan sampai di Sarimatondang, kebingungan, lalu pulang…
Ternyata…penduduk Sarimatondang, dengan ramah menjelaskan letak pusat desa Sarimatondang dan tentu saja Aek Simatahuting, tujuan utama kami. Dengan berjalan kami sekitar 10 menit dari lapangan Sarimatondang, melewati perumahan penduduk, kebun kopi dan jalan yang sedikit curam, akhirnya kami sampai di Aek Simatahuting. Airnya bening dan sejuk sekali. Pengen rasanya mandi di sana, tapi sayang kami tak membawa pakaian ganti. Akhirnya, kami memuaskan diri dengan mengabadikan pemandangan indah Aek Simatahuting dengan kameraku, yang penutup view findernya tercecer saat berjalan kaki menuju gapura :
Saat sedang jepret-jepret, ada PMS alias pemuda setempat (bikin singkatan sendiri) yang menjelaskan bahwa ada satu mata air lagi yang lebih besar, tetapi agak jauh dari tempat kami berada saat itu. Berhubung cuaca sudah mulai mendung dan waktu juga sudah mendekati sore, akhirnya aku dan July yang menemaniku memutuskan untuk melihatnya lain waktu saja.
Kukira kek mana kalilah Sarimatondang yang dibilang Ito Eben ini…
Ternyata kereeeeennnnn…Jangan bayangkan gedung-gedung yang menjulang tinggi seperti di kota. Jangan bayangkan pula restoran-restoran yang menawarkan berbagai makanan yang kadang rasanya aneh. Cukup bayangkan saja desa kecil yang penduduknya ramah, anak-anaknya lincah-lincah, ada mata air yang masih digunakan untuk mandi dan mencuci, ada ibu-ibu yang berkumpul di teras rumah, ada anak sekolah yang pulang dengan berjalan kaki…pokoknya seruuuu…Aku jadi teringat Tarutung, dan merasa bangga punya kampung halaman
Akhirnya kami pulang setelah menyusuri sepanjang jalan Desa Sarimatondang, untuk menerka-nerka kira-kira yang mana rumah Ito Ebenezer Siadari, yang secara tidak langsung sering memancing aku untuk melihat langsung Sarimatondang, melalui tulisan-tulisan lucu tentang kampung halamannya ini. Kami menemukan dua rumah yang pemiliknya bermarga Siadari. Dan kami yakin rumah Bapak St. Siadari, BA dan Ibu boru Damanik itulah rumah Ito Eben.
Berhubung perjalanan kami ini dalam rangka memberi kejutan, maka aku tak memberi tahu Ito Eben bahwa kami akan berkunjung ke Sarimatondang. Tapi lain kali, aku akan mengabarinya, karna dia sudah berjanji bahwa kami akan dijamu dengan dayon nabinatur (ayam panggang yang… diatur)
Berikut gambar-gambar yang berhasil kami abadikan. Selamat menikmati, dan berkunjunglah ke Sarimatondang. Jika tak tau jalan menuju ke sana, kontak saja aku atau Ito Eben


































































































































































































Recent Comments